Sabtu, 26 Desember 2020

Melalui Tulisan, Temukan Mimpi 'Chapter 1

Penyesalan terbesar bukanlah karna sebuah kegagalan atau sebuah kesalahan, Namun itu  kamu tidak pernah melakukan sesuatu apa pun itu.

Mungkin kita selalu di hinggapi oleh perasaan takut dan keraguan dalam melakukan sesuatu hal yang kita inginkan. Karena hanya kamu takut gagal dan takut membuat kesalahan begitu mendominasi dalam hidup kita.

Apakah teman-teman pernah merasakan hal seperti itu? ataukah teman-teman belum bisa lepas dari perasaan takut gagal dan takut salah bahkan udah putus asa sebelum berjuang?

Saya berpendapat, ini adalah salah satu hal yang menghambat kita untuk berkembang menjadi pribadi yang besar, pribadi yang sukses dalam segala hal. Sadarilah, bahwa ketakutan-ketakutan itu hanyalah buah pemikiran yang sudah seharusnya kita buang jauh-jauh.

Seharusnya, kita justru harus lebih takut kalau tidak melakukan apapun. bukankah begitu?

Kalau kita tidak melakukan apapun, kita tidak akan pernah menghasilkan sesuatu hal apapun dalam hidup ini. Kecenderungan takut gagal ini menjadi penghambat terbesar menuju kesuksesan.

Misalnya saja, kita takut untuk diberikan posisi dan tanggung jawab baru yang lebih besar, takut gagal memulai usaha yang baru saja dirintis, takut membuat kesalahan dalam menyelesaikan suatu permasalahan, atau takut menghadapi berbagai persoalan hidup yang ‘katanya’ justru akan membawa implikasi kegagalan dan kesalahan yang lebih kompleks lagi.

Sekarang saatnya kita merubah pemikiran hal tersebut! Tidak perlu mengkhawatirkan jika kalau kamu mengalami kegagalan. Karena, pada dasarnya, gagal itulah yang akan membawa kita dalam proses menuju sebuah perbaikan dan kesempurnaan untuk tetap belajar yang lebih maksimal dan belajar dari sebuah diri kita sendiri .

Tidak perlu khawatir kalau membuat kesalahan. Karena dari kesalahan itulah kita belajar banyak hal dan bisa membuat kita memahami arti kesalahan menuju sesuatu hal yang benar dan gagal membuat kita menjadi lebih pandai dan menghargai diri kita pada usaha kita.

Kegagalan dan kesalahan bukan sebuah hal yang menakutkan, justru dari hal itulah kita hidup. Kita bisa mengerti, memahami, mempelajari, dan bisa menjadikannya sebagai sebuah pengalaman berharga, yang membuat kita bisa semakin ‘hidup’ untuk tetap terus revisi dalam diri kita sendiri apa kesalahan kita dan mikir dari gagal itu kita belajar untuk tetap yakin pada diri kita sendiri. Jangan jadi acuan gagal kamu itu akan menghambat kamu tidak sukses buang hal pemikiran seperti itu.

Mulai dari sekarang, lakukan saja apa yang harus kamu lakukan. Tidak perlu takut karena gagal, apalagi takut membuat kesalahan atau takut udah pasti hasil tidak sesuai ekpetasi kita. Pada dasarnya manusia itu memiliki kecenderungan untuk terus belajar dan beradaptasi pada hal apapun itu.

Mulai dari sekarang, just perform!

Sabtu, 19 Desember 2020

Kegagalan 'Chapter 2 : "Sebuah Mimpi yang tertunda".

Kegagalan dan keterpurukan adalah hal paling manusiawi yang pasti pernah dialami manusia sejagat raya. Hal yang mungkin kamu pandang sebagai suatu hal yang negatif, tetapi sesungguhnya punya hikmah positif di dalamnya.

Kenapa? Karena, menurut saya, salah satu bagian fundamental dari sebuah kesuksesan adalah kegagalan atau biasa disebut "kesuksesan yang tertunda". Saya berani jamin, kalo kamu coba tanya semua orang sukses di dunia ini, kemungkinan besar mereka pernah mengalami kegagalan. Dalam hal apapun.

Oke, jadi pernah nggak sih, kamu merasa gagal? Merasa gagal karena tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, tidak dipanggil interview dimana-mana, belum dapat kerjaan, belum dapat pasangan, gak berhasil membuat orangtua bangga, dan sebagainya. Intinya, kegagalan kamu membuat kamu merasa gak layak sebagai manusia. Dan kegagalan itu bisa jadi membawa kamu kepada kekecewaan yang berkelanjutan.

Pernah gak sih kamu, merasa begitu?

Nah, kalau kamu pernah mengalami rasa kegagalan seperti yang barusan kamu deskripsikan, artinya kamu berada di artikel tepat! Kali ini, Saya bakal ngejelasin tentang kegagalan dan bagaimana cara menaklukannya.


Definisi Kegagalan?

Pertama-tama, Saya mau nanya. Gimana sih cara kamu mendefinisikan kegagalan itu sendiri?

Apakah ketika kamu gak  lulus ujian? Atau ketika kamu kalah dari suatu pertandingan? Atau ketika kamu gak berhasil buat banggain orang yang kamu sayang? Dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa sebenarnya ukuran gagal itu gak mutlak.

Maksudnya gimana tuh? Ada orang yang menganggap bahwa ketika dia tidak berhasil buat banggain orang kesayangannya  itu kegagalannya. Tapi, mungkin ada juga orang yang ketika ga berhasil banggain orang kesayangannya, dia ga menganggap hal itu sebagai suatu kegagalan. Ya jadi, kalau ditarik kesimpulannya lagi, tolak ukur kegagalan ini ga pasti. Bisa dibilang suatu 'kegagalan' adalah suatu yang netral.

Sebenernya, tolak ukur gagal bagi tiap orang kan berbeda-beda ya. Jadi ya, tinggal bagaimana kamu mendefinisikan kegagalan itu sendiri. Akan tetapi, seperti yang mungkin udah kamu ketahui juga, sebagian besar masyarakat Indonesia punya stigma negatif terhadap kegagalan. Kata “Gagal” selalu dikonotasikan dengan hal-hal negatif. Banyak orang yang menganggap bahwa kalau kamu gagal, itu artinya kamu inade kuat.

Hal ini yang ngebuat banyak orang akhirnya menghindari 'kegagalan'. Mau ngejar mimpi, eh mikir mikir lagi karena takut gagal. Pengen buat bisnis, tapi takut akan 'Judge' oleh orang disekitar. Mau berkarya tapi kebanyakan mikir kegagalannya. Akhirnya, banyak yang memutuskan untuk nggak ngelakuin apa-apa agar terhindar dari kegagalan. Do nothing.

Mungkin, beberapa juga mulai menjustifikasi bahwa teman-temannya yang sukses merupakan orang yang punya keuntungan lebih, atau istilahnya, berprivilese. Sementara itu, dibandingkan berusaha dan mencari kesempatan, orang-orang yang belum sukses itu udah punya mindset bahwa dia gak bakal mencapai kesuksesan karena gak seberuntung mereka itu. Padahal, seperti yang gue bilang di awal, gue yakin bahwa kegagalan adalah sebuah bagian fundamental untuk mencapai kesuksesan.


Orang Sukses Juga Pernah Gagal??

Bill Gates, Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Oprah Winfrey, Michael Jordan. Pasti, lo familiar dengan nama-nama barusan, bukan? Seperti yang lo tau, mereka adalah sekumpulan tokoh sukses dunia. Tapi, yang harus lo ketahui juga, kesuksesan yang mereka tuai nggak luput dari kegagalan.

Yuk kita ambil contoh. Albert Einstein. Salah satu ilmuwan paling hebat di dunia. Percaya gak, kalo dia baru bisa berbicara ketika berumur empat tahun? Dia juga beberapa kali gagal diterima di sekolah terbaik. Bahkan, dia juga berhenti jadi salesman asuransi setelah lulus kuliah karena gagal berkarir dalam bidang tersebut.

Masih kurang contoh? Let’s move on to Oprah Winfrey. Salah satu orang tersukses di dunia berikutnya. Seorang host talk show, aktris, dan aktivis. Semasa hidupnya, Oprah pernah di-abuse physically, mentally, dan sexually oleh orang-orang terdekatnya. Beliau kabur dari rumah saat berusia 13 tahun dan hamil di usia 14 tahun. Dia juga pernah dipecat karena dirasa kurang sesuai untuk kehidupan pertelevisian komersil.

Nah, kedua contoh tersebut adalah sebuah perwujudan nyata bahwa failure can’t determine who you are. Intinya, mereka bisa sukses karena sudah berulangkali ditempa oleh kegagalan.

Tips Bangkit dari Kegagalan 'Nada Nabilah😊


Terus, gimana sih cara bangkit dari kegagalan itu sendiri? Abis ini, kamu bakal ngasih beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar kamu bisa mengalahkan rasa takut kamu terhadap kegagalan. Stay tuned, ya!

Pertama: percaya bahwa NOTHING GOOD COMES EASY.

Terkadang kita suka lupa bahwa kepuasan instan nggak akan membawa kita kepada hasil akhir yang baik dan permanen. Nothing good comes easy, percaya deh. Usaha dan hasil itu idealnya adalah sebanding. Kalau kamu memberikan usaha terbaik yang kamu bisa, maka hasil yang kamu tuai juga gak akan bohong. Kesuksesan itu nggak instan, tetapi butuh proses. Seluruh tokoh yang tadi udah kita bahas telah memberikan usaha terbaik yang mereka bisa, hingga akhirnya bisa menuai kesuksesan.

Kedua: jangan terlalu peduli apa kata orang.

Society might judge you, tapi kamu punya pilihan: whether to listen to them or not. If I were you, I would choose the latter. Makanya, kamu harus pinter-pinter memilih lingkungan yang baik buat kamu. Kelilingilah diri kamu dengan orang-orang yang dengan tulus ingin melihat kamu sukses. Jangan sampai, demi membaur dengan society, kamu harus menggeser prinsip-prinsip dan tujuan pribadi kamu.

Ketiga: lihat kegagalan sebagai sarana pembelajaran dan sebuah kesuksesan yang tertunda.

Kegagalan-kegagalan berulang yang mereka alami itu membawa mereka untuk mempelajari hal yang paling penting: bahwa kegagalan adalah sebuah proses pembelajaran untuk memperoleh suatu hal yang lebih sempurna.

Inget, selalu ada opsi bagi kamu untuk melihat kegagalan sebagai sebuah proses pembelajaran, dibanding melihatnya sebagai sebuah kekecewaan semata. At least, dengan kegagalan, kamu bisa memperoleh insight baru. Kamu bisa belajar dari kesalahan kamu, dari percobaan-percobaan kamu yang tidak berhasil itu.

Saya selalu merasa bahwa, kalau kamu bisa membayangkan kegagalan, gak adil gak sih kalau saya nggak membayangkan kesuksesan? Menurut saya, pandangan optimistis yang kamu punya terhadap goals yang ingin kamu raih itu sangat ampuh untuk mengalahkan rasa takut kamu akan kegagalan. Kalau kamu berpikir positif, kalau kamu berorientasi pada kesuksesan, maka rasa semangat kamu otomatis juga akan terpompa.

Buat kamu yang sedang merasa gagal, Saya akan mengingatkan kamu untuk “Tetap Berjuang”. Kamu boleh merasa sedih atas kegagalan kamu, itu sangat manusiawi. Tapi, yang terpenting, kamu gak boleh terlalu hanyut dalam kesedihan. Segeralah bangkit dari keterpurukan, karena inget kesuksesan sedang menanti kamu. 

Kegagalan 'Chapter 1: Puisi "Sebuah Mimpi yang tertunda".


Kau telah jatuh berkali-kali

Kau hampir mati untuk kesekian kali

Kau tak pernah menyangka hidup akan sekeras ini

Berjalan ke sana kemari tak ada yang peduli

Hanya dirimu sendiri

Mengasihi hati kecilmu yang kedinginan sepi

Kau merasa telah gagal melalui tahapan ini

Kau merasa gagal menjadi manusia yang dikasihi

Kau tak berhasil menghidupkan mimpi

Yang kau hadapi justru kegagalan demi kegagalan yang menghantui

Hingga kau jatuh dan tak mampu berdiri

Temanku tersayang

Genggamlah tanganku ini

Kau tak pernah benar-benar sendiri

Aku ada disini

Mungkin tak membuat masa depanmu segar bak embun pagi

Aku berada di sini

Mengingatkanmu, bahwa kau berarti

Untuk putus asa terlalu dini

Untuk tidak bertengkar lagi.

Sabtu, 12 Desember 2020

Perjalanan akan berhenti, Jika kamu berhenti 'Belajar!

Never stop learning, Because life never stops teaching!

Mari kita belajar Tentang kehidupan belajar bagaimana menyikapi cobaan agar tidak putus asa dari rahmat Tuhan.
karena tidak ada yang putus asa dari rahmatnya, selain orang yang tidak beriman kepadanya Tuhan pencipta Alam semesta yang maha pengasih dan bijaksana.

Jika kamu hidup dengan pujian, Kamu akan belajar menghargai. Dan jika kamu hidup dengan kejujuran, Kamu akan belajar membela keadilan

Jika kamu hidup dengan penuh rasa aman, kamu akan  belajar menjadi hamba yang beriman. kamu akan selalu mentaati perintah Tuhan.

Jika kamu hidup dengan restu, kamu akan belajar menyukai dirimu dan melakukan yang  terbaik dalam setiap waktu.

Jika kamu hidup dengan penerimaan dan persahabatan, kamu akan belajar untuk mencari kasih di tengah dunia. walaupun kamu harus berjuang untuknya.

Jika kamu hidup dibawah tekanan dan hinaan kamu akan belajar untuk menyalahkan.  dan jika kamu hidup dengan permusuhan, kamu akan belajar bagaimana cara melawan.

Jika kamu hidup dengan cemoohan, kamu akan belajar menjadi pemalu. dan jika kamu hidup menanggung rasa malu, kamu pasti merasa selalu bersalah.

Jika kamu hidup dengan bertoleransi, kamu akan menjadi orang yang sabar. senantiasa berlapang dada kepada sesama
dan jika kamu hidup dengan motivasi, kamu akan menjadi orang yang  percaya diri. Kamu akan menyadari bahwa kamu punya potensi.

Bersahabat Dengan Hidup, Putuskan 'Insecure


What Does Insecurity Actually Mean?


Have you ever feel you’re not good enough? Rasanya apa yang sudah kamu lakukan tidak pernah cukup. Rasanya seakan-akan kamu kurang kompeten dalam menghadapi hidup. Lalu ketika kamu lihat sekeliling kamu, kamu melihat orang lain seolah-olah sudah lari jauh di depan mu padahal kamu masih gitu-gitu aja.


You can say that is the feeling of being insecure. Rasa cemas dan takut berlebihan, serta sering curiga terhadap lingkungan di sekitar.


Ketika kita dihadapi oleh ketidakpastian atau perubahan yang baru, pasti akan ada rasa nggak aman dalam diri kita. Rasa insecure mengacu pada rendahnya rasa aman, kepercayaan diri, kebebasan, ketakutan, dan anxiety akan suatu hal yang nggak pasti di hidup seseorang, baik terhadap masa sekarang atau masa depan.


I Do Feel Insecure, Is It Normal?


Jawabannya:  yes it is, and you are not alone. Tapi, bukan berarti terus menerus merasa insecure adalah hal yang baik ya. Kalau keseringan, perasaan bahwa kamu gagal dan akan selalu gagal bisa menyerang. Just because you’re failed at something, doesn’t mean you failed at life.


Di tengah dunia yang nggak pasti, memiliki rasa secure akan hidup jadi privilege. Rasa secure tentang kehidupan, kesehatan, komunitas tempat kamu tinggal, keamanan, sampai isu lingkungan seperti global warming, bisa jadi bahan pikiran sehari-hari.


Rasa insecure juga bisa disebabkan oleh trauma masa kecil. Bisa karena pola asuh yang salah, sering dibandingkan oleh anak-anak lain, hingga physical abuse. Ekspektasi orang tua akan anak yang nggak terpenuhi juga bisa lho menimbulkan insecurity.


So, if you ever feel insecure, hope you know you’re not alone. Tapi, kamu juga harus bisa mengontrol insecurity kamu ya!


Kalau Kelamaan Insecure, Apa ya Dampaknya?


Dampak negatif dari insecure diantaranya susah memiliki hubungan yang langgeng, merasa paranoid terus menerus, terlalu dikontrol oleh emosi, hingga memiliki masalah dalam bertemu dengan orang lain. 


Akibatnya, kalau kamu terus menerus terjebak dalam rasa insecure, kamu bisa kehilangan kesempatan baru karena kamu takut keluar dari zona nyaman. Kamu juga bisa merasa takut gagal ketika harus menghadapi hal yang nggak biasa kamu hadapi. 


Insecure  yang terlalu lama juga dapat berdampak pada pola makan dan depresi lho. Yes, dampaknya memang besar banget.


Insecure Bisa Diatasi Nggak?


Good news! Bisa kok! 


Rasa insecure bisa hadir ketika kita mendapatkan rejection atau penolakan, bisa karena ditolak pas melamar kerja, putus hubungan, atau bahkan masalah keluarga. When you experience this, you have to put in mind that rejection happened in life, and you will be fine. 


Ketika kamu sudah menyadari bahwa rejection itu adalah hal yang bisa kamu dapatkan kapan saja dalam hidup, give time for yourself to heal. Remember, ketika satu pintu tertutup, banyak pintu lainnya yang akan terbuka. Ketika kamu nggak mendapatkan sesuatu, akan ada kesempatan lainnya untuk kamu.


Get out, experience life again. Mungkin di awalnya akan terasa berat, but you have to know life won’t stop, dan kamu harus bisa terus bergerak meskipun dengan merangkak. Coba bicara dengan orang-orang terdekat dan share kepada mereka tentang apa yang kamu rasakan. Being vulnerable is definitely ok! 


After you feel rejected, mungkin kamu akan ngerasa kehilangan kepercayaan diri dan ngerasa gagal. When you feel like this, take a deep breath and have a talk to yourself. Coba tanya ke diri kamu, “kenapa ya aku merasa seperti ini?”, “apa yang bisa aku lakukan untuk mengatasinya?”. Try to acknowledge what you feel first!


Setelah kamu find out apa yang kamu rasakan, you have to know you have to focus back on your goal, bisa goal dalam pekerjaan, hobi, atau as simple as being happy. Fokus ke keahlian yang sudah kamu bangun atau pelajari skill baru sebagai investasi kamu. Yes, it is time for you to take a risk.


After all of that, satu hal yang nggak kalah penting: self reward! Yup, menjalani semuanya nggak gampang, but you’re fighting for yourself and it is something to be proud of! Jadi, keep going! You gonna make it!


Meski  merasa insecure nggak bisa dihindari, you have to keep being open minded, stay open for another possibility of success ya! Jangan biarkan insecurity  menguasai diri kamu. Remember, you are more than what you think you are.


Jumat, 11 Desember 2020

Saat, Menebar Mimpi Bersama Nada

 

"You are never too old to set another goal or to dream a new dream.” - C.C. Lewis

Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Selama seseorang masih memiliki akal dan masih bisa bernafas, maka memiliki mimpi adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan. Sayangnya, mengejar mimpi biasanya tidak semudah bermimpi. Ya, bermimpi memang mudah, tapi mengejar mimpi dan menjadikannya sebuah kenyataan adalah hal yang susah-susah gampang.

 

Setiap orang setidaknya memiliki satu impian dalam hidupnya. Untuk mengejar mimpi dalam hidup, tentunya dibutuhkan sebuah kerja keras. Mimpi itu tidak terbatas, kita boleh bermimpi menjadi apa saja. Bagi orang lain, impian kita mungkin terdengar aneh, namun selama kita menyukainya berarti tidak ada yang salah dengan impian kita tersebut.

 

Beberapa orang bisa dengan mudah meraih apapun dalam hidupnya. Setiap mengejar mimpi, mereka selalu bisa dengan mudah mendapatkannya. Bagi sebagian yang lain, mengejar mimpi ibarat mengejar layang-layang di jalan raya. Banyak rintangannya, banyak bahaya yang diakibatkannya. Beberapa yang lain justru kurang beruntung, karena tidak pernah bisa mengejar mimpi sampai akhirnya mereka menyerah sendiri.

 

Mengejar mimpi bukanlah sesuatu yang salah, sehingga banyak quotes yang menasehati kita supaya berani bermimpi, berani mengejar mimpi besar, berani memperjuangkan mimpi. Meskipun klise, tapi apa yang dikatakan dalam banyak quotes memang tidak salah. Mimpi itu memang harus dikejar, mimpi itu memang harus diraih, sehingga kita harus berani untuk mulai bermimpi dan mulai untuk mengejarnya.

 

PENGHALANG MENGEJAR MIMPI



Apa yang menghalangi seseorang dalam mengejar mimpi? Mungkin sesuatu di dalam diri atau mungkin sesuatu yang ada di luar dirinya. Apapun itu, sebenarnya selalu ada seribu cara menghadapi penghalang untuk mengejar mimpi.

 

Kita tidak pernah tahu dan tidak pernah bisa mengendalikan berbagai halangan yang hadir di luar diri kita. Akan tetapi, kita selalu memiliki kuasa penuh untuk menghadapi pengahalang yang datang dari diri kita sendiri. Berikut adalah beberapa pikiran atau sugesti yang sering kali menjadi alasan bagi kita untuk tidak mengejar mimpi.

 

1. Saya Tidak Cukup Pintar

Setiap orang dilahirkan dengan kemampuannya masing-masing. Dalam sebuah kelas di sekolah dasar saja, selalu ada siswa yang ranking 1 dan ada pula yang mendapatkan ranking 30. Dalam segi akademis, mungkin siswa ranking 1 lebih menonjol dibandingkan siswa ranking 30, tapi apakah itu menjamin jika siswa ranking 1 lebih baik dalam segala hal dibanding siswa ranking 30?

 

Ketika seseorang merasa tidak cukup pintar, artinya dia tahu jika ada orang lain yang lebih pintar dari dirinya dalam bidang tertentu. Sebagai solusinya, ya tentu saja kita harus belajar agar bisa menjadi lebih pintar. Kepercayaan diri mengenai “saya tidak cukup pintar” sebenarnya tidak salah, namun yang salah adalah asumsi yang kita ciptakan setelahnya.

 

Sering kali orang memiliki asumsi “Saya tidak cukup pintar, sehingga tidak akan bisa menjadi pengusaha sukses.”

 

“Saya tidak cukup pintar” adalah fakta. Namun, jika Anda mengatakan tidak bisa menjadi pengusaha sukses, itu hanya asumsi Anda saja. Kata siapa Anda tidak bisa jadi pengusaha sukses?

 

Memang, para pengusaha sukses adalah mereka yang pintar. Mereka pintar sebagai seorang pengusaha. Tapi, tidak berarti mereka pintar sejak lahir. Dulu, mereka sama dengan Anda, mereka juga pernah tidak cukup pintar. Mereka pintar karena mereka belajar, mencoba, dan mengambil hikmah. Hal itu tidak terjadi dengan sendirinya.

 

2. Saya Masih Pemula

Banyak orang yang tidak enggan mengejar mimpi karena merasa mereka masih pemula. pernyataan ini sebenarnya cukup menggelitik karena tahukah Anda jika semua orang pernah menjadi pemula? Bahkan Bill Gates juga pernah tidak punya pengalaman.

 

Jika Anda masih pemula dan belum punya pengalaman, itu karena Anda belum memulainya. Jika Anda sudah memulainya, Anda akan punya pengalaman. Semakin lama Anda mencoba, akan semakin banyak pengalaman. Jadi, jika mau punya pengalaman, maka mulailah “mengalami” apa yang ingin Anda lakukan.

 

3. Ini Sudah Terlambat Bagi Saya

Tahukah Anda, banyak orang sukses menjadi pengusaha setelah umur 60 tahunan alias memulainya setelah pensiun. Salah satu yang cukup terkenal adalah Kol. Sander, pendiri KFC.

 

Selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, maka tidak ada kata terlambat untuk bermimpi. Jika apa yang Anda lakukan untuk berbuat kebaikan, mencari rezeki halal, itu bisa dilakukan kapan saja.

 

Bahkan, jika Anda tidak bisa memetik langsung hasilnya, maka kerja keras kita akan dinikmati oleh anak cucu serta keturunan kita selanjutnya.

 

4. Saya Tidak Bisa Melakukannya, Kecuali …

“Seandainya saya punya modal, saya pasti bisa menjadi pengusaha. Saya tidak bisa menjadi pengusaha kecuali saya punya modal yang cukup.”

Penyataan di atas seringkali kita dengar sebagai alasan yang digunakan seseorang untuk tidak segera memulai mengejar mimpi mereka menjadi pengusaha.

Pernyataan tersebut jelas keliru, sebab banyak contoh kasus orang yang sukses menjadi pengusaha meski saat mulai dia tidak memiliki modal uang.

Untuk bisa mengejar mimpi, Anda harus yakin apa pun hambatan atau masalah Anda, akan ada solusinya jika Anda mau mencarinya.

 

5. Inilah Saya, Begini Adanya

Banyak orang yang gagal mengejar mimpi karena tidak yakin pada kemampuan diri sendiri. Padahal, usaha yang dilakukannya belum mencapai maksimal. Pesan yang bisa diambil di sini adalah jangan pernah yakin diri tidak mampu karena sesuatu tidak berjalan baik. Anda tetap bisa, meski keadaan sedang memburuk. Jika memang saat ini Anda benar-benar tidak mampu, artinya Anda perlu membangun kemampuan Anda dengan belajar dan mencoba. Jangan pernah berpikir selamanya akan tidak mampu.

 

6. Saya Terlalu Sibuk

Coba Anda hitung, sepanjang hidup Anda ada berapa orang yang seringkali mengatakan “Saya tidak punya waktu,” ketika diajak untuk melakukan sebuah kegiatan.

Pertanyaanya adalah “siapa yang punya waktu?”

Semua  orang punya  waktu  selama masih diberi hidup. Waktu Anda 24 jam setiap hari. Apakah Steve Jobs punya waktu 35 jam per hari? Tidak, sama saja, hanya 24 jam.

Artinya, alasan “terlalu sibuk atau tidak punya waktu” hanya alasan mengada-ngada atau memang tidak mau.

“Tapi benar lho, ada banyak hal yang harus saya lakukan!” Ya, memang benar.

Pertanyaannya adalah mengapa Anda memilih melakukan yang selama ini Anda lakukan, bukan melakukan hal baru?

Kuncinya adalah keputusan Anda. Apakah Anda mau memilih apa yang sudah biasa Anda lakukan atau melakukan hal baru. Jadi bukan masalah waktu, bukan malah sibuk, tetapi masalah keputusan Anda, apa yang mau Anda lakukan.


PRINSIP DALAM MENGEJAR MIMPI ANDA

Ada banyak jalan menuju Roma. Ada banyak cara untuk mengejar mimpi dan menjadikannya kenyataan. Dalam mengejar mimpi, selalu ada proses yang harus dilalui. Tiap orang harus memiliki prinsip agar ia  bisa mengejar mimpi dengan lebih mudah. Setidaknya, Anda harus memiliki 4 prinsip ini agar Anda bisa mengejar mimpi dan mewujudkan mimpi Anda tersebut.

1. Mimpi Itu Datangnya Dari Dalam Hati Kita Sendiri.

Jangan bermimpi karena emosi, apalagi sekadar ingin membuktikan diri. Dalam meraih mimpi, kita seringkali hanya melakukannya demi membahagiakan orang lain atau sekadar membuktikan jika diri kita bisa. Padahal, mimpi adalah milik kita sendiri. Kita tidak perlu mengorbankan mimpi kita demi orang lain.

 

2. Mimpi Itu Layak Diperjuangkan.

Jika ingin meraih sesuatu, jangan pernah berhenti sebelum berhasil. Untuk bisa berhasil, Anda harus mengerahkan segala kemampuan yang Anda miliki. Jika kita memiliki mimpi, pastikan kita melakukan yang terbaik sehingga kegagalan tidak akan membuat kita menyesal atau merasa bersalah.

 

3. Berdamailah Dengan Diri Sendiri.

Memiliki mimpi besar, kemudian gagal untuk meraihnya. Jika Anda pernah mengalami hal tersebut, maka Anda pasti tahu bagaimana rasanya.Kegagalan adalah sesuatu yang sangat mungkin untuk terjadi, namun jangan sampai sebuah kegagalan membuat kita stres dan menyerah. Saat Anda sukses, orang akan sibuk melihat kesuksesan Anda. Mereka mungkin akan lupa, jika Anda dulu juga pernah gagal.

 

4. Manfaatkan Setiap Kesempatan yang Datang Sebaik-baiknya.

Bukan cuma satu, tapi Anda memiliki banyak jalan untuk meraih mimpi Anda. Jika Anda tidak bisa sukses dengan cara A, maka masih ada cara B, C, D, dan seterusnya. Hal ini merupakan alasan mengapa kita tidak boleh menolak setiap kesempatan yang ada. Bahkan, kemungkinan terkecil pun bisa menjadi jalan bagi Anda untuk mengejar mimpi Anda.


CARA MENGEJAR MIMPI ANDA

Setiap orang memiliki cara sendiri-sendiri untuk mengejar mimpi. Ada orang yang melakukannya dengan mengikuti arus kehidupan, namun ada pula yang banting setir sebagai strateginya. Sebenarnya tidak ada cara yang salah dalam mengejar mimpi. Masing-masing orang memiliki cara terbaik untuk mengejar mimpi. Berikut ini, aterdapat beberapa cara yang bisa pula Anda lakukan sebagai pedoman untuk mengjar mimpi Anda.

 

1.  Tetapkan Target Anda

Perjelas tujuan Anda dalam beberapa hari, beberapa bulan atau beberapa tahun ke depan. Anda harus menggambarkan dengan jelas apa yang ingin diraih, lebih baik jika tujuan itu Anda tulis di atas kertas dan terpampang di meja kerja atau di dinding kamar.  Figure Out Your Goals akan memperkuat alam bawah sadar Anda yang secara pasti mengangkat semangat Anda untuk meraih impian tersebut.


 

2.  Buatlah Komitmen

Konsistensi dalam sebuah proses akan menjamin keberhasilan. Karena itu, komitmen Anda dalam proses dan langkah yang akan diambil dalam mengejar mimpi adalah kunci utama kesuksesan Anda. Komitmen adalah keberanian membuat keputusan (Decision Making) dari sekian banyak pertimbangan dan keraguan.  Langkah pasti hanya akan terjadi pada saat Langkah pertama telah diambil dan dilanjutkan dengan langkah demi langkah lainnya.

 

3.  Buat Perencanaan

Perencanaan adalah petunjuk langkah kerja Anda untuk sukses.  Tanpa arah dan tujuan, maka Anda akan menempuh perjalanan panjang tanpa kepastian.  Buatlah perencanaan untuk mengejar mimpi. Mulai dari tahap persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi hasil yang diraih.  Buatlah perencanaan yang mudah dieksekusi dan diimplementasikan. Less is more, kesederhanaan jauh lebih penting daripada kerumitan. Hal ini adalah manajemen strategi paling handal yang perlu Anda lakukan dalam mengejar mimpi.

 

4.  Segeralah Bertindak

Anda selama ini mungkin selalu menunggu dengan dalih kondisi belum memungkinkan atau keadaan tidak mendukung.  Jangan pernah menunggu kondisi menjadi sempurna jika Anda tidak ingin tertinggal dari orang lain. Kesuksesan bukan menjadi milik orang lain jika Anda meraihnya, maka tidak peduli bagaimana pun kondisi saat ini, Anda harus segera ambil tindakan jika Anda telah menetapkan hati untuk berubah dan berkembang.

 

5.  Perhatikan Langkah Anda

Tidak semua rencana yang ideal menghasilkan hasil maksimal. Ada begitu banyak kendala dan halangan yang mungkin dialami dan tidak terhindarkan.  Meskipun begitu, masalah bukanlah sesuatu yang harus dhindari, melainkan harus Anda hadapi dengan komitmen dan konsistensi. Perhatikan setiap langkah kerja Anda, terlebih jika hal itu terkait dengan banyak orang dan banyak pihak.

 

6.  Perbaikan Berkelanjutan

Dunia sangat dinamis dan orang-orang sangat kreatif.  Pasar sangat inovatif dan konsumen sangat sensitif. Hal-hal tersebut adalah tantangan utama Anda dalam mencapai keberhasilan dan kesuksesan dalam pengembangan diri dan karir.  Perhatikan setiap langkah kerja dan perhatikan lingkungan Anda yang selalu berubah setiap saat.  Ketika Anda lengah  dengan tidak berlaku lebih baik, maka orang lain akan melakukannya. Pada saat tersebut, Anda mulai tertinggal dan kehilangan momen.


Sebuah Cara Sukses Dengan Versi Dirimu Sendiri

Keberhasilan adalah mimpi semua orang. Kita ingin apa yang kita rencanakan berjalan mulus sesuai perkiraan, dan apapun mimpi kita bisa denga...