Sabtu, 19 Desember 2020

Kegagalan 'Chapter 2 : "Sebuah Mimpi yang tertunda".

Kegagalan dan keterpurukan adalah hal paling manusiawi yang pasti pernah dialami manusia sejagat raya. Hal yang mungkin kamu pandang sebagai suatu hal yang negatif, tetapi sesungguhnya punya hikmah positif di dalamnya.

Kenapa? Karena, menurut saya, salah satu bagian fundamental dari sebuah kesuksesan adalah kegagalan atau biasa disebut "kesuksesan yang tertunda". Saya berani jamin, kalo kamu coba tanya semua orang sukses di dunia ini, kemungkinan besar mereka pernah mengalami kegagalan. Dalam hal apapun.

Oke, jadi pernah nggak sih, kamu merasa gagal? Merasa gagal karena tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi, tidak dipanggil interview dimana-mana, belum dapat kerjaan, belum dapat pasangan, gak berhasil membuat orangtua bangga, dan sebagainya. Intinya, kegagalan kamu membuat kamu merasa gak layak sebagai manusia. Dan kegagalan itu bisa jadi membawa kamu kepada kekecewaan yang berkelanjutan.

Pernah gak sih kamu, merasa begitu?

Nah, kalau kamu pernah mengalami rasa kegagalan seperti yang barusan kamu deskripsikan, artinya kamu berada di artikel tepat! Kali ini, Saya bakal ngejelasin tentang kegagalan dan bagaimana cara menaklukannya.


Definisi Kegagalan?

Pertama-tama, Saya mau nanya. Gimana sih cara kamu mendefinisikan kegagalan itu sendiri?

Apakah ketika kamu gak  lulus ujian? Atau ketika kamu kalah dari suatu pertandingan? Atau ketika kamu gak berhasil buat banggain orang yang kamu sayang? Dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa sebenarnya ukuran gagal itu gak mutlak.

Maksudnya gimana tuh? Ada orang yang menganggap bahwa ketika dia tidak berhasil buat banggain orang kesayangannya  itu kegagalannya. Tapi, mungkin ada juga orang yang ketika ga berhasil banggain orang kesayangannya, dia ga menganggap hal itu sebagai suatu kegagalan. Ya jadi, kalau ditarik kesimpulannya lagi, tolak ukur kegagalan ini ga pasti. Bisa dibilang suatu 'kegagalan' adalah suatu yang netral.

Sebenernya, tolak ukur gagal bagi tiap orang kan berbeda-beda ya. Jadi ya, tinggal bagaimana kamu mendefinisikan kegagalan itu sendiri. Akan tetapi, seperti yang mungkin udah kamu ketahui juga, sebagian besar masyarakat Indonesia punya stigma negatif terhadap kegagalan. Kata “Gagal” selalu dikonotasikan dengan hal-hal negatif. Banyak orang yang menganggap bahwa kalau kamu gagal, itu artinya kamu inade kuat.

Hal ini yang ngebuat banyak orang akhirnya menghindari 'kegagalan'. Mau ngejar mimpi, eh mikir mikir lagi karena takut gagal. Pengen buat bisnis, tapi takut akan 'Judge' oleh orang disekitar. Mau berkarya tapi kebanyakan mikir kegagalannya. Akhirnya, banyak yang memutuskan untuk nggak ngelakuin apa-apa agar terhindar dari kegagalan. Do nothing.

Mungkin, beberapa juga mulai menjustifikasi bahwa teman-temannya yang sukses merupakan orang yang punya keuntungan lebih, atau istilahnya, berprivilese. Sementara itu, dibandingkan berusaha dan mencari kesempatan, orang-orang yang belum sukses itu udah punya mindset bahwa dia gak bakal mencapai kesuksesan karena gak seberuntung mereka itu. Padahal, seperti yang gue bilang di awal, gue yakin bahwa kegagalan adalah sebuah bagian fundamental untuk mencapai kesuksesan.


Orang Sukses Juga Pernah Gagal??

Bill Gates, Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Oprah Winfrey, Michael Jordan. Pasti, lo familiar dengan nama-nama barusan, bukan? Seperti yang lo tau, mereka adalah sekumpulan tokoh sukses dunia. Tapi, yang harus lo ketahui juga, kesuksesan yang mereka tuai nggak luput dari kegagalan.

Yuk kita ambil contoh. Albert Einstein. Salah satu ilmuwan paling hebat di dunia. Percaya gak, kalo dia baru bisa berbicara ketika berumur empat tahun? Dia juga beberapa kali gagal diterima di sekolah terbaik. Bahkan, dia juga berhenti jadi salesman asuransi setelah lulus kuliah karena gagal berkarir dalam bidang tersebut.

Masih kurang contoh? Let’s move on to Oprah Winfrey. Salah satu orang tersukses di dunia berikutnya. Seorang host talk show, aktris, dan aktivis. Semasa hidupnya, Oprah pernah di-abuse physically, mentally, dan sexually oleh orang-orang terdekatnya. Beliau kabur dari rumah saat berusia 13 tahun dan hamil di usia 14 tahun. Dia juga pernah dipecat karena dirasa kurang sesuai untuk kehidupan pertelevisian komersil.

Nah, kedua contoh tersebut adalah sebuah perwujudan nyata bahwa failure can’t determine who you are. Intinya, mereka bisa sukses karena sudah berulangkali ditempa oleh kegagalan.

Tips Bangkit dari Kegagalan 'Nada Nabilah😊


Terus, gimana sih cara bangkit dari kegagalan itu sendiri? Abis ini, kamu bakal ngasih beberapa tips yang bisa kamu terapkan agar kamu bisa mengalahkan rasa takut kamu terhadap kegagalan. Stay tuned, ya!

Pertama: percaya bahwa NOTHING GOOD COMES EASY.

Terkadang kita suka lupa bahwa kepuasan instan nggak akan membawa kita kepada hasil akhir yang baik dan permanen. Nothing good comes easy, percaya deh. Usaha dan hasil itu idealnya adalah sebanding. Kalau kamu memberikan usaha terbaik yang kamu bisa, maka hasil yang kamu tuai juga gak akan bohong. Kesuksesan itu nggak instan, tetapi butuh proses. Seluruh tokoh yang tadi udah kita bahas telah memberikan usaha terbaik yang mereka bisa, hingga akhirnya bisa menuai kesuksesan.

Kedua: jangan terlalu peduli apa kata orang.

Society might judge you, tapi kamu punya pilihan: whether to listen to them or not. If I were you, I would choose the latter. Makanya, kamu harus pinter-pinter memilih lingkungan yang baik buat kamu. Kelilingilah diri kamu dengan orang-orang yang dengan tulus ingin melihat kamu sukses. Jangan sampai, demi membaur dengan society, kamu harus menggeser prinsip-prinsip dan tujuan pribadi kamu.

Ketiga: lihat kegagalan sebagai sarana pembelajaran dan sebuah kesuksesan yang tertunda.

Kegagalan-kegagalan berulang yang mereka alami itu membawa mereka untuk mempelajari hal yang paling penting: bahwa kegagalan adalah sebuah proses pembelajaran untuk memperoleh suatu hal yang lebih sempurna.

Inget, selalu ada opsi bagi kamu untuk melihat kegagalan sebagai sebuah proses pembelajaran, dibanding melihatnya sebagai sebuah kekecewaan semata. At least, dengan kegagalan, kamu bisa memperoleh insight baru. Kamu bisa belajar dari kesalahan kamu, dari percobaan-percobaan kamu yang tidak berhasil itu.

Saya selalu merasa bahwa, kalau kamu bisa membayangkan kegagalan, gak adil gak sih kalau saya nggak membayangkan kesuksesan? Menurut saya, pandangan optimistis yang kamu punya terhadap goals yang ingin kamu raih itu sangat ampuh untuk mengalahkan rasa takut kamu akan kegagalan. Kalau kamu berpikir positif, kalau kamu berorientasi pada kesuksesan, maka rasa semangat kamu otomatis juga akan terpompa.

Buat kamu yang sedang merasa gagal, Saya akan mengingatkan kamu untuk “Tetap Berjuang”. Kamu boleh merasa sedih atas kegagalan kamu, itu sangat manusiawi. Tapi, yang terpenting, kamu gak boleh terlalu hanyut dalam kesedihan. Segeralah bangkit dari keterpurukan, karena inget kesuksesan sedang menanti kamu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sebuah Cara Sukses Dengan Versi Dirimu Sendiri

Keberhasilan adalah mimpi semua orang. Kita ingin apa yang kita rencanakan berjalan mulus sesuai perkiraan, dan apapun mimpi kita bisa denga...